"Setelah restart, grup depan itu isinyaLink Vidio  pembalap haus darah. Awalnya, Rico Salmela di motor 27 itu terlihat sangat kuat di posisi kedua. Tapi Veda tenang. Dia nggak buru-buru. Dia biarin duel antara Pini dan Carpe terjadi dulu. Di sinilah insting Veda main. Pas ada celah sedikit, Salmela langsung disikat tanpa ampun."
TEKNIS OVERTAKE (Momen Pini & Carpe)
"Kejadian paling gila ada di lap-lap akhir. Lihat motor nomor 2, Guido Pini. Veda masuk dari sisi dalam dengan pengereman yang sangat 'late'. Pini sampai kaget motornya sedikit terangkat.
Dan puncaknya, Alvaro Carpe. Carpe ini licin banget, tapi Veda tahu kelemahan dia di Tikungan 4. Veda nggak cuma nyalip, dia eksekusi Block Pass. Dia taruh motornya tepat di depan hidung motor Carpe. Pilihannya cuma dua buat Carpe: ngerem mendadak atau jatuh. Carpe milih ngerem, dan itulah detik-detik Veda mengunci sejarah P3."
"Selisihnya cuma 0,09 detik di garis finish. Tipis banget! Tapi 0,09 detik itu yang bikin dunia sadar kalau anak Gunungkidul ini bukan rookie sembarangan. Dia punya mental 'pembunuh' di lintasan yang jarang dimiliki pembalap kita sebelumnya."
Selesai]
"Menurut kalian, manuver ke siapa yang paling sadis? Salmela, Pini, atau Carpe? Coba tulis di kolom komentar. Kita bahas di bawah!"
#VedaEgaPratama #Moto3 #IndonesianRider #VedaEga #Moto3Brazil #HondaTeamAsiaÂ